Nahdlatul Ulama (NU) merayakan Hari Lahir (Harlah) yang ke-92 di Masjid Raya KH Hasyim Ashari,  Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (31/1/2018). Sebelum acara inti dimulai, para tokoh ulama, pejabat hingga politisi dan ribuan jamaah melakukan salat gerhana berjamaah di masjid tersebut sekira pukul 19.40 WIB.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU Marsudi Syuhud dan KH Syarif Ahmad, Ketua MUI Ma’ruf Amin, serta Quraish Shihab.

Tak hanya itu, sejumlah pejabat dan politisi juga turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wasekjend PDI Perjuangan Ahmad Basarah, dan lainnya. sumber

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan rasa syukur atas eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) yang telah hadir selama 92 tahun di Indonesia. “Intinya adalah kita sama-sama bersyukur merayakan Harlah NU ke-92, bahwa NU tetap berada di tengah-tengah kita,” ujar Lukman.

Lukman menjelaskan, ada dua hal penting yang menjadi DNA bagi NU, yakni tasawud dan tahsamud yang telah mampu menjaga eksistensi bangsa hingga dapat tetap terjaga hingga saat ini.

“NU selalu mengajarkan tawasud, yakni ajaran untuk senantiasa moderat dalam pemahaman dan pengamalan ajaran islam. Lalu juga tahsamud, yakni toleransi dan menerapkan tiga ukhuwah sesama umat Islam, sesama bangsa dan insan manusia,” tuturnya.

Lanjut Lukman, oleh karena itu masyarakat di Indonesia haruslah bersyukur dengan keberadaan NU. “Karena NU lah maka jati diri dan eksistensi bangsa ini tetap terjaga dan terpelihara hingga hari ini,” tandasnya. sumber

2018-02-01T12:41:47+00:00