Sragen, NU Online
Ketua PBNU H Sulton Fathoni mengharapkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU yang digelar di Sragen, para peserta mendapatkan barokah, ilmu dan pengalaman dari para kiai di Kabupaten Sragen.
Ia mengatakan, pada pelantikan pengurus PBNU (masa khidmah 2015-2020), Rais Aam Kiai Ma’ruf Amin menyampaikan kiprah NU sudah luar biasa menghidupkan amaliyah nahdliyah.
“Enam triliun disedekahan untuk amaliyah NU melalui lailatul ijtima’, tahlilan, yasinan. Maka pada raker PBNU coba dicari cara yang sekiranya dari amaliyah NU dapat menular ke kegiatan sosial,” kata Kiai Sulthon pada pembukaan Rakornas NU Care-LAZISNU di Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah (29/1) petang.
Ia mengilasbalik tujuan NU didirikan sesuai cita-cita KH Hasyim Asy’ari yaitu melindungi orang banyak, meningkatkan kualitas hidup, dan kemakmuran masyarakat.
“Maka pada Raker PBNU itu diungkap dengan jumlah warga NU yang mencapai 92 juta orang bagaimana caranya mengumpulkan pendanaan untuk aktivitas sosial,” sambung Kiai Sulthon.
Pemikiran serupa lalu dituangkan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU pertama tahun 2016.
“Ada 80 LAZISNU sama-sama memikirkan caranya seperti apa? Lalu diputuskan dengan memaksimalkan potensi yang ada di daerah masing-maisng,” tandas Kiai Sulthon.
Pemaksimalan potensi tersebut diawali dengan belajar zakat di Sukabumi yang diikuti pengurus NU Care-LAZISNU seluruh Indonesia.
“Pembelajaran pemaksimalan potensi daerah juga dilakukan Rakornas di Sragen kali ini,” kata Kiai Sulthon.
Dikatakan hasil Rakornas ini akan disampaikan ke PBNU sebagai rekomendasi yang akan dilakukan bersama-sama.
“Apa yang perlu dikerjakan PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU,” pungkas Kiai Sulthon.
Pada kesempatan tersebut Kiai Sulthon membuka secara resmi Rakornas ditandai dengan pemukulan beduk.
Rakornas NU Care-LAZISNU berlangsung hingga Rabu (31/1). Rakornas ini diikuti sedikitnya 300 orang pengurus LAZISNU/JPZISNU/UPZISNU dari ringkat wilayah, cabang, beberapa kecamatan, dan beberapa desa. (Kendi Setiawan)
2018-01-31T14:44:21+00:00