Jakarta, NU Online
Asisten Deputi Pemberdayaan dan Kerukunan Umat Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Aris Darmawansyah mengungkapkan bahwa Kemenko PMK sedang gencar mengampanyekan gerakan revolusi mental, termasuk di dalamnya gerakan Indonesia melayani dalam birokrasi.
Untuk mewujudkan hal itu, Kemenko PMK membentuk gugus tugas untuk membangun inisiatif dan partisipasi seluruh pemerintah daerah, yakni 514 Kabupaten kota 34 provinsi untuk bersama-sama melaksanakan aksi nyata.
Demikian dikatakan Aris Darmawansyah pada acara Training of Trainer Pemimpin Agama Pelopor Perubahan Gerakan Revolusi Mental yang diselenggarakan atas kerja sama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Kemenko PMK di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (13/11).
Aksi nyata gerakan revolusi mental sendiri ada lima, yakni Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia Mandiri, dan Indonesia bersatu.
“Ini 514 Kabupaten/kota, 34 provinsi, 45 Kementerian dan Lembaga ini harus bisa melaksanakan gerakan revolusi mental terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia mengakui, gerakan yang bersifat nasional ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Oleh karena itu, ia berharap turut serta organisasi sosial keagamaan seperti NU yang jumlah warganya sangat banyak dan mempunyai peran penting dalam membangun karakter bangsa selama ini.
“Karena pemerintah tidak mungkin melaksanakan hal ini sendiri. Harus bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, NU adalah suatu organisasi yang sangat besar. Ia melihat potensi pada NU untuk membantu mensosialisasikan hal ini untuk menuju Indonesia yang lebih baik. (Husni Sahal/Fathoni)
2017-11-16T10:41:20+00:00